Monday, April 2, 2018

Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2018 Dengan Tema "Perduli TBC Indonesia Sehat"



Pada hari Sabtu, tanggal 24 Maret 2018 yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk hadir dalam Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertempat di Lapangan Silang Monumen Nasional atau yang lebih dikenal dengan Lapangan Silang Monas Jakarta Pusat. 

Acara Peringatan Hari Tuberkulosis  Sedunia 2018 di Lapangan Monumen Nasional yang dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof.Dr.dr. Nila Djuwita. F Moeloek SpM(K) beserta jajarannya, Puskesmas, Tenaga Kesehatan, dan Masyarakat umum. Acara ini mengambil tema "Perduli TBC Indonesia Sehat".

Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita. F Moeloek SpM(K)

Dalam Pidato Beliau pada puncak peringatah Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F Moeloek SpM(K) menyampaikan bahwa "Dalam menangani TBC Fokus Kepada Pencegahan dan Pengendalian TBC dengan menemukan kasus TBC dan  melakukan pengobatan". Beliau menitikberatkan untuk menemukan Penderita TBC dan segera diobati hingga sembuh total agar terhindar dari resistensi.

Dalam mewujudkan hal ini maka salah satu langkah yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangkaian Peringatan Hari Tubercolosis Sedunia 2018 adalah dengan melakukan kegiatan serentak 34 Provinsi dimana Petugas Puskesmas, Kader, Ormas selama dua minggu sejak tanggal 5 Maret 2018 melakukan kegiatan mengunjungi masyarakat , meningkatkan pengetahuan. Pada tanggal 22 Maret ditemukan 57.082 jiwa satu jam kemudian dilakukan investigasi. Kalau di Jakarta disebut "Ketuk Pintu" layani dengan hati. Ketuk pintu ini berhasil dengan menscreaning dan mengedukasi TBC ini pada 174.148 orang yang terduga TB, dari 20.909 orang dan18.000 jiwa diantaranya dirujuk ke Fasilitas Kesehatan, dan  1.857 terkonvirmasi dengan Tuberkulosis. Jadi kegiatan ini merupakan satu kegiatan yang menyebar dan mendorong masyarakat agar termotivasi untuk berobat sampai tuntas" ujar Beliau.

Dan dalam kesempatan ini  Menteri Kesehatan Republik Indonesia juga ingin memberikan penghargaan kepada kepada Dinas Kesehatan , Rumah Sakit , Puskesmas, serta Kader kesehatan yang turut aktif dalam kegiatan penanggulangan TBC di daerahnya. Dengan diberikannya penghargaan ini diharapkan Instansi, Rumah Sakit, Puskesmas dan Kader Kesehatan di daerah lain termotivasi untuk melakukan hal yang sama di daerahnya masing-masing.


Setelah itu acara dilanjutkan dengan Teleconference dengan 5 Kabupaten Dinas Kesehatan yang berada di Provinsi Aceh, Riau, Sulawesi Selatan,  Sulawesi Barat, dan Papua. Masing-masing daerah memaparkan tentang program-program apa saja yang telah dilaksanakan dalam menanggulangi Tuberkulosis. Selanjutnya Menteri Kesehatan Republik Indonesia memberikan tanggapan terhadap penjelasan yang disampaikan oleh tiap Kabupaten dan tak lupa pula Beliau menyampaikan penghargaan atas usaha yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten dalam menangani kasus TBC di daerahnya masing-masing.




Setelah Teleconference usai Menteri Kesehatan Republik Indonesia didampingi oleh Ketua penggerak PKK , Deputi Bidang Kesehatan Kemenko PMK dan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI menyerahkan penghargaan kepada Rumah Sakit terbaik yang melaporkan data tentang TBC sesuai dengan bebannya yang tinggi, Puskesmas terbaik tingkat Nasional, Kader Tuberkulosisi terbaik yang telah berkontribusi dalam menemukan, dan merujuk terduga TBC ke Puskesmas. Selain acara pemberian penghargaan, acara selanjutnya adalah pemberian hadiah kepada para pemenang lomba Film Pendek tingkat SMA dan acara lainnya.

Pada Puncak  Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Silang Monumen Nasional disediakan stant-stant yang diisi oleh Rumah Sakit, Puskesmas, Kader Kesehatan guna memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat yang turut hadir dalam Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 tentang segala hal yang berkaitan dengan penanganan Tuberkulosis.




Saya melihat masyarakat sangat antusias sekali dengan adanya acara peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 yang dilaksanakan di Lapangan Silang Monumen Nasional ini , hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang ke acara ini, mereka dapat bertanya banyak hal kepada Petugas kesehatan yang ada di Stant-Stant yang disedikan mengenai penanganan Tuberkulosis dan cara pengobatannya.

Selain itu masyarakat juga bisa mengikuti game-game yang dibuat oleh masing-masing stant untuk menarik minat pengunjung dan mereka juga menyediakan hadiah menarik untuk para masyarakat yang mengikuti game tersebut.

Demikianlah rangkaian acara Peringatan Hari Tubercolosis Sedunia 2018 yang dilaksanakan di Lapangan silang Monas Jakarta Pusat. Acara ini diselenggarakan untuk menggugah berbagai pihak untuk mau perduli terhadap penaggulangan Tuberkolosis, karena penanganan Tuberkulosis bukan hanya tugas Kementerian Kesehatan RI saja tetapi seluruh lapisan masyarakat juga harus berperan dalam penggulangan Tuberkulosis karena diharapkan pada tahun 2030 Indonesia sudah mampu mengeliminasi Tuberkulosis dan diharapkan seluruh sektor turut berperan aktif dalam menangulangi Tuberkulosis termasuk juga dunia usaha agar target yang ingin dicapat dapat terwujud dan diharapkan tahun 2030 permasalahan Tuberkulosis di Indonesia dapat teratasi.

Thursday, March 8, 2018

Memasyarakatkan Kampanye Ayo Bangun Indonesia Melalui Sarapan Sehat Bersama Nestle 2018


Para Tamu Undangan Kampanye Ayo Bangun Indonesia Bersama Nestle 2018

Sebagai seorang Ibu yang memiliki satu orang putra saya sangat menyadari betapa pentingnya sarapan pagi itu, karena jika kita melewatkan Sarapan Pagi maka tubuh kita akan terasa lemas, lambung perih dan keluar keringat dingin akhirnya perut akan terasa kembung dan timbul lah sakit kepala. Karena itu setiap pagi saya dan putra saya selalu usahakan untuk sarapan pagi sebelum beraktivitas di luar rumah agar tubuh lebih bertenaga sebelum menjalankan aktivitas sehari-hari.

Namun kebiasaan Sarapan Pagi seperti ini belum memasyarakat di Indonesia sehingga pada Simposium Nasional Sarapan Sehat yang dihadiri oleh 225 ahli gizi, pangan dan praktisi kesehatan dari sejumlah daerah yang diselenggarakan  pada tanggal 16 Juni 2012 di Jakarta, salah satu rekomendasi yang disampaikan adalah perlunya menyelenggarakan "Pekan Sarapan Nasional" .

Tiga Alasan Utama diselenggarakannya Pekan Sarapan Nasional adalah :
  1. Sarapan merupakan salah satu prilaku penting untuk mewujudkan gizi seimbang , tetapi kenyataaanya masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak sarapan.
  2. Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan mengamanatkan untuk mewujudkan gizi seimbang; dan salah satu pesan (Pesan ke-8) dalam Pedoman Gizi Seimbang yaitu biasakan makan pagi atau sarapan yang perlu disosialisasikan dan ditingkatkan ; 
  3. Adanya  Hari atau Pekan Sarapan Nasional diharapkan dapat menjadi momentum berkala setiap tahun untuk selalu mengingatkan dan mendorong masyarakat agar melakukan sarapan yang sehat dalam rangka turut mewujudkan gizi seimbang.
Untuk menindak lanjuti rekomendasi dari Simposium Sarapan Sehat yang diselenggarakan pada pada tanggal 16 Juni 2012 maka pada tanggal 13 September 2012 dan 1  November 2012 diadakanlah Diskusi Lintas Organisasi dan lembaga terkait gizi dan pangan yang dilaksanakan di Jakarta  maka disepakati bersama untuk menyelenggarakan "Pekan Sarapan Nasional dan ditetapkan tanggal 14-20 Februari Sebagai Pekan Sarapan Nasional".

Lokasi Penyelenggaraan Kampanye Ayo Bangun Indonesia yang diselenggarakan oleh PT. Nestle Indonesia.

Nah dalam rangka Perayaan Pekan Sarapan Nasional (PESAN) 2018 yang diselenggarakan setiap tanggal 14-20 Februari tersebut maka Nestle kembali menggelar Kampanye " Ayo Bangun Indonesia" yang dilaksanakan pada tanggal 04 Maret 2018 di Lapangan Parkir Sarinah Jaya, Tamrin Jakarta Pusat beberapa waktu yang lalu. Kampanye ini pertama kali digulirkan pada tahun 2017 dan Pada pelaksanaan Kampanye Nestle yang kedua kalinya ini saya turut hadir dan menyaksikan kemeriahan pelaksanaan Kampanye Ayo Bangun Indonesia yang dilaksanakan oleh Nestle ini.

Dalam kampanye ini PT Nestle Indonesia berupaya untuk mengedukasi masyarakat tentang betapa pentingnya sarapan pagi dengan membuka stant-stant untuk konsultasi seputar Pangan dan Gizi.

Selain itu PT Nestle Indonesia juga menyediakan Stant-Stant untuk memperkenalkan produk Pangan PT. Nestle Indonesia kepada masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang hadir dalam perayaan itu mereka juga membagikan tempat makan cantik kepada orang tua yang hadir ke acara tersebut bersama putra putrinya guna memberikan edukasi kepada kepada para orang tua bagaimana menyediakan sarapan pagi dengan gizi seimbang seperti gambar berikut ini.

Berikut ini merupakan contoh Sarapan dengan Gizi Seimbang

Selain menyediakan berbagai stant PT Nestle Indonesia juga menyelenggarakan bincang-bincang yang dihadiri oleh tamu undangan antara lain Ibu Meida Oktarina Mcn, Asisten Deputi Bidang Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu Dan Anak dan Kesehatan Lingkungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Drs. Hendra Jamal Msi Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan Dan Kesejahteraan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Suroto, SKM. MKM Drektorat Gizi Masyarakat , Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Prof Dr.Ir. Hardinsyah Ms dari PERGIZI PANGAN Indonesia, Dharnesh Gordhon Direktur Utama  PT. Nestle Indonesia, dan Debora Tjandrakusuma Direktur Legal & Corporate Affairs PT. Nestle Indonesia Serta artis-artis Ibukota pendukung Kampanye Ayo Indonesia Sehat seperti Meisye Siregar, Dito Perkusyon, Sisi Pricilliya dan sebagainya.

Dharnesh Gordhon Direktur Utama PT. Nesle Indonesia

Sebelum acara Talkshow dimulai acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Mr. Dharnesh Gordhon selaku Direktur Utama Pt. Nestle Indonesia dalam sambutannya Mr. Gordhon menyampaikan ucapan Selamat Datang kepada para Tamu Undangan pada perayaan Kampanye Ayo Bangun Indonesia dan rasa terimakasihnya kepada para undangan yang telah hadir dalam acara tersebut, Dalam sambutannya Mr.Gordhon menyampaikan bahwa "Perayaan Kampaye Ayo Bangun Indonesia yang dimulai tahun lalu bertujuan untuk menginformasikan kepada keluarga Indonesia bahwa hidup sehat dimulai dari Sarapan Pagi yang sehat, jadi saya berharap pada awal acara ini anda semuanya telah Sarapan Pagi, dan mengerti manfaat dari melakukan sarapan pagi yang dilakukan dengan cara yang tepat. Melalui Kampanye ini kami ingin memberikan Informasi yang benar dan tepat kepada Masyarakat Indonesia untuk menyiapkan Sarapan Pagi dengan Gizi Seimbang serta manfaat dari Sarapan Pagi dengan Nutrisi dan Gizi Seimbang bagi kesehatan kita. Sejalan dengan Program yang telah digulirkan oleh Lintas Organisasi dan lembaga terkait gizi dan pangan yang dilaksanakan di Jakarta  dengan disepakati bersama untuk menyelenggarakan Pekan Sarapan Nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 14-20 Februari.

"Sejak tahun lalu kami telah berkomitmen untuk mendukung program ini dengan terus memberikan dukungan dan suport kepada masyarakat Indonesia untuk menerapkan prilaku sarapan sehat dan bergizi seimbang serta gaya hidup aktif dalam rangka turut mewujudkan masyarakat yang sehat , cerdas dan produktif. Jadi kami ingin menginformasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia  apa yang kita makan  dan bagaimana cara kita makan  dapat berpengaruh dalam kehidupan kita karena itu kita membutuhkan makanan dengan asupan nutrisi dan gizi yang seimbang".

Dan dalam sambutannya pula Mr. Gordhon berterimakasih atas dukungan dan suport dari Kementerian di Indonesia dalam pelaksanaan Kampanye Ini seperti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia , Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak karena berkat kerjasama dan dukungan dari semua pihak kegiatan ini dapat terselenggara dengan lancar. dan Mr. Gordhon berharap dengan adanya kemitraan ini masyarakat Indonesia dapat lebih teredukasi mengenai tentang Pentingnya Sarapan Pagi Bagi Kesehatan kita.

Meida Oktarina Mcn, Asisten Deputi Bidang Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu Dan Anak dan Kesehatan Lingkungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ibu Meida Oktarina Mcn, Asisten Deputi Bidang Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu Dan Anak dan Kesehatan Lingkungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dalam sambutannya Ibu Meida menjelaskan bahwa dalam Nawacita butir pertama yaitu Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa ..... Dan Nawacita butir kelima : Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dalam hal ini bidang kesehatan. Pembangunan yang berkelanjutan yang diimplementasikan pembangunansetiap komponen  dalam mengatasi setiap permasalahan secara tuntas pada akhir tahun 2030.  kesenjangan harus diatasi bersama memajukan kepentingan bersama dalam meningkatkan kemajuan bersama termasuk pemuatan data status gizi.

"Perlu diketahui bersama bahwa saat ini status gizi di Indonesia belum membaik tetapi sudah mengarah kepada kondisi yang lebih baik salah satunya dengan dikeluarkannya oleh Pemerintah Pedoman Gizi Seimbang di mana salah satu dari pedoman Gizi Seimbang itu adalah kita sarapan". 

Salah satu masalah yang dihadapi oleh  masyarakat miskin dan hampir miskin adalah pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan dasar di mana status kesehatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemiskinan. Studi menunjukan bahwa kurang gizi menurunkan jumlah penghasilan saat dewasa sebesar 20%. Jadi memang kalau kita kurang gizi saat dewasa akan mengalami kekurangan paling tidak 20% dari penghasilan kita.
 

Pemerintah sudah mengelurkan Pedoman Gizi Seimbang anjuran pesan gizi seimbang mengacu pada 4 (empat) pilar gizi seimbang yaitu antara lain :
  1. Mengkonsumsi makanan beragam, tidak ada satu pun jenis makanan yang mengandung semua semua jenis zat gizi  yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya kecuali ASI untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan.
  2. Membiasakan prilaku hidup bersih , prilaku  hidup bersih sangat terkait dengan prinsip gizi seimbang;
  3. Melakukan aktivitas fisik , untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi  dan pemasukan zat gizi ke dalam tubuh;
  4. Mempertahankan dan memantau Berat-badan (BB) dalam batas normal. Memantau Berat Badan normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari pola hidup dengan gizi seimbang sehingga dapat mencegah penyimpangan Berat Badan dari Berat Badan normal dan apabila ada penyimpangan maka dapat segera dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penangannya.   
Dan semuanya ini sudah tersampaikan dalam Pesan Sarapan yaitu pemenuhan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh setiap hari di mulai dari Sarapan. Sarapan merupakan upaya pemenuhan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kita mulai dari pagi hingga siang. Keterlambatan asupan gizi dipagi hari dapat membuat tubuh lemah, lesu, pusing dan menurunkan konsentrasi berpikir atau belajar .

Sarapan itu adalah untuk memenuhi 1/3 atau 1/4 kebutuhan gizi kita setiap hari. Beliau mencontohkan tempat makan yang dibagi-bagikan oleh PT Nestle Indonesia dengan adanya kotak-kotak pembagian jenis makanan pokok, Lauk Pauk, Sayur dan Buah sebagai bentuk asupan gizi yang seimbang. Dan beliau berharap program yang dilaksanakan oleh PT. Nestle beserta Para Akademia dari berbagai profesi lainnya benar-benar menyampaikan pean-pesan kepada masyarakat secara terlihat nyata seperti tempat makan tersebut. 

Itulah bentuk nyata informasi yang disampaikan kepada masyarakat kita terutama kepada anak-anak di sekolah atau kepada para karyawan untuk membawa bekalnya sarapan pagi dengan contoh yang ada. Ibu Meida juga menghimbau kepada Guru-guru, Pemuka Masyarakat  dan lapisan masyarakat untuk mengembangkan pesan-pesan sarapan ini lebih baik karena program ini sudah menjadi program nasional sejak tahun 2013  yang selayaknya dipahami dan dilaksanakan oleh masyarakat luas.


Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Drs. Hendra Jamal Msi Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan Dan Kesejahteraan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dalam Sambutannya beliau menyampaikan bahwa masa depan Indonesia tergantung pada 80 Juta anak Indonesia dengan asumsi jumlah penduduk indonesia sebanyak 250 Juta. Setiap anak harus dilindungi hak-haknya yang wajib dipenuhi oleh orang tua, pemerintah dan masyarakat .

Mendapatkan derajat kesehatan yang tinggi merupakan salah satu hak anak yang harus dipenuhi agar kedepannya anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik  hal tersebut merupakan upaya mempersiapkan Generasi Emas Indonesia, untuk itu upaya untuk meningkatkan kualitas anak Indonesia sejak lahir secara berkesinambungan yang dilaksanakan oleh keluarga, sekolah, lingkungan, dan pemerintah.

Asupan Nutrisi yang prima sangat dibutuhkan oleh anak-anak untuk tumbuh kembangnya. Sarapan pagi memberikan kontribusi penting terhadap pemenuhan asupan gizi harian pada anak, sekitar 20-30% dari kebutuhan gizi harian pada anak

Sarapan pagi sangat dibutuhkan oleh seluruh usia khususnya usia anak sekolah. Bagi anak yang sudah sekolah sarapan sangat penting untuk sumber  energi guna menunjang aktivitas fisik dan belajar anak di sekolah. Dalam GERMAS disebutkan bahwa Sarapan Pagi untuk memenuhi cadangan energi sejak pagi hingga siang hari yang berhubungan dengan kadar glukosa dalam darah dan kerja otak yang berpengaruh pada daya konsentrasi pada anak saat belajar. 

Namun sangat disayangkan saat ini masih banyak anak Indonesia yang melewatkan sarapan Pagi tahun 2012 berdasarkan data dari PERGIZI Pangan Indonesia menunjukan bahwa 17-59% siswa sekolah dan remaja serta 30,2% wanita dewasa  tidak terbiasa sarapan pagi. Padahal sarapan pagi sangat penting dalam meningkatkan konsentrasi belajar, mencegah letih, lelah dan lesu serta anemia.

Pada saat ini juga masih banyak anak-anak yang sarapan pagi tetapi tidak cukup memenuhi asupan gizinya. Untuk itu Kampanye Ayo Bangun Indonesia mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk sarapan pagi dengan gizi seimbang. Keluarga harus menjadi pelopor dan pelapor dalam memberikan gizi seimbang pada anak. Pelopor yaitu menjadi penggerak dalam memberikan asupan gizi yang seimbang bagi keluarganya dan sebagai pelapor apabila ada dilingkungannya yang kekurangan gizi harus segera dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkaitan dalam pemenuhan gizi masyarakat

Lebih lanjutnya Beliau menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh lapisan masyarakat dan perusahaan yang turut membantu pemerintah dalam memasyarakatkan program pemerintah ini terutama sekali kepada PT Nestle Indonesia yang telah menyelenggarakan kampanya Ayo Bangun Indonesia sebagai upaya mengedukasi masyarkat tentang betapa pentingnya sarapan pagi bagi kesehatan serta tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

Acara Talkshow dengan NaraSumber antara lain : Prof. Dr. Ir Hardinsyah Ahli nutrisi dan Ketua PERGIZI PANGAN Indonesia , Meisya Siregar Artis Ibukota dan Perwakilan dari PT Nestle Indonesia
 
Setelah mendengarkan sambutan dari Direktur Utama PT Nestle Indonesia dan para tamu undangan dari Kementerian maka acara selanjutnya adalah talkshow dengan Nara Sumber Prof Dr.Ir. Hardinsyah Ms dari PERGIZI PANGAN Indonesia, Misye Siregar artis ibukota dan perwakilan dari PT. Nestle Indonesia

Dalam diskusi ini Prof Hardinsyah memaparkan bahwa masih banyak penduduk Indonesia yang tidak terbiasa dengan sarapan pagi senada dengan apa yang disampaikan oleh Drs. Hendra Jamal Msi pada sambutan beliau sebelumnya. 

Selain itu juga pada Tahun 2012 kualitas makanan yang dikonsumsi seperti kandungan energi, protein, vitamin dan mineralnya belum memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Berdasarkan data dari Pergizi Pangan indonesia untuk Kualitas sarapan pagi 45% anak sekolah belum memenuhi gizi sarapan 70% belum memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral sarapan serta 90% belum memenuhi kebutuhan serta sarapan pagi.

Namun lebih lanjut Prof Hardinsyah menjelaskan dalam kurun waktu lima  tahun terakhir ini kebiasaan sarapan dilakangan siswa sekolah dasar di Indonesia sudah mengalami peningkatan. Hal ini berkat kerja sama seluruh pihak dalam mendukung program Pekan Pangan Nasional yang sudah dicanangkan sejak tahun 2013 yang lalu. selain itu saat ini sudah banyak keluarga yang sudah merasakan manfaat sarapan, mulai dari meningkatnya konsentrasi dan kecerdasan anak, menanamkan kebiasaan disiplin, hingga menurunkan resiko kejadian beberapa penyakit menular seperti penyakit jantung koroner dan stroke, serta diabetes.

Agar sarapan dapat memberikan manfaat yang maksimal maka PERGIZI PANGAN Indonesia menyarankan untuk mengacu pada 6 J ketika memepersiapkan sarapan yang sehat dengan gizi seimbang yaitu antara lain :
  1. Jenis makanan dan minuman pada sarapan: karbohidrat, protein (lauk pauk), sayur , buah dengan minuman berupa antara lain : air putih, susu, kopi, teh, atau jus.
  2. Jumlah pangan sesuai dengan anjuran memenuhi sekitar 1/4 kebutuhan gizi harian.
  3. Jadwal sarapan dalam kurun waktu dua jam setelah bangun tidur, dianjurkan sebelum jam 09.00 pagi.
  4. Jurus mengolah : dianjurkan mengolah pangan tidak rumit dan menghemat waktu agar kandungan gizi pada makanan tidak banyak hilang.
  5. jurus menyiapkan : penyajian yang menarik agar menggugah selera dan variasi makanan agar tdak bosan.
  6.  Jurus mengkonsumsi tidak tergesa-gesa, sambil berjalan atau berlari.
Dalam acara bincang-bincang ini juga perwakilan dari PT Nestle Indonesia Eka Herdiana Market Nutritionist Nestle indonesia menjelaskan bahwa pada tahun ini pt Nestle Indonesia menghadirkan Nestle Breakfast Box sebagai solusi praktis bagi keluarga Indonesia dalam menerapkan sarpan sehat dengan gizi seimbang.

Taklupa pula Meisya Siregar berbagi cerita kepada para pemirsa bagaimana cara beliau menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya dengan 3 orang putra putri yang memiliki selera yang berbeda-beda. 

Selain acara talkshow dalam kesempatan ini juga diluncurkan e-book dengan judul Mitos dan Fakta Sarapan yang disusun oleh PERGIZI Pangan Indonesia bekerjasama dengan PT Nestle Indonesia. E-Book ini dapat diunduh di website http://www.sahabatnestle.co.id mulai tanggal 07 Maret 2018. Buku ini akan mengulas tentang sarapan dari berbagai sisi, mulai dari waktu yang tepat untuk sarapan, menu yang direkomendasikan, untuk sarapan, hingga hubungan sarapan dengan berat badan.

Bagi saya mengikuti rangkaian kegiatan ini merupakan hal yang paling menyenangkan karena banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang saya dapatkan. Baiklah demikianlah rangkaian kegiatan kegiatan yang saya ikuti dalam acara Kampanye Ayo Bangun Indonesia Bersama Nestle 2018 sampai berjumpa diacara selanjutnya

Tuesday, December 5, 2017

Temu Nasional Pengadaan 2017 : Permasalahan Korupsi Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa Serta Solusinya

Saya hadir di Acara Temu Nasional Pengadaan 2017

Pandangan mengenai Administrasi Pembangunan di Indonesia mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan dah keinginan masyarakat yang berkembang saat ini. Kerjakeras yang dilakukan oleh Pemerintah untuk memenuhi keinginan masyarakat ini dapat dilihat dari kebijaksanaan yang ditetapkan.

Hal ini tergambar dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Pengadaan) yang telah mengalami revisi hingga 4 (empat) kali. Adanya peubahan ini menjadi satu pertanda bahwa pandangan mengenai pelaksanaan pengadaan telah berkembang sangat dinamis.

Kemudian pada tahun 2017 telah hadir Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2017 Tentang Jasa konstruksi yang merupakan pengganti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999, perubahan ini juga merupakan tanggapan positif negara terhadap keniscayaan perubahan pandangan tersebut.

Berdasarkan hal ini maka Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia (P3I) yang dalam hal ini merupakan Lembaga yang bertujuan melakukan studi dan pengkajian terhadap aturan serta pelaksanaan Pengadaan di Indonesia, kemudian menyebarluaskan tata nilai dan tata cara pengadaan yang baik dan benar kepada seluruh stakeholder di Indonesia.

Menurut Khalid Mustafa yang merupakan Ketua Umum Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia (P3I) "Jika perubahan Peraturan disisi pengadaan barang/jasa tidak dipahami dan diikuti dengan perubahan regulasi pada ekosistem lain, kami khawatir terjadi disharmonisasi Pelaksanaan Pembangunan", ujarnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Khalid Mustafa, Pakar P3I Djamaludin Abubakar yang juga merupakan mantan Deputi Lembaga Kajian LKPP-RI. Menurut beliau tekanan masif pada pelaksanaan Pengadaan di era Pemberantasan Korupsi adalah salah satu indikasi dibutuhkannya langkah strategis untuk menyesuaikan regulasi dan pola berpikir seluruh pihak.

Pengadaan Barang/Jasa harus dilihat sebagai proses pengelolaan dimana didalamnya banyak resiko yang harus dilonggarkan, ditelaah dan dikelola, dengan standar kompetensi yang memadai. Djamaludin menegaskan bahwa "Jika tidak dilakukan maka sampai puluhan tahun ke depan kita akan terus disibukan dengan persoalan dipenjarakannnya pelaksana pengadaan, yang justru memperlambat laju pembangunan". 

Berdasarkan hal tersebut di atas maka event  Temu Nasional Pengadaan Indonesia diselenggarakan sebagai event tahunan P3I. Acara Temu Nasional Pengadaan Tahun 2017 merupakan event ke-5 yang diselenggarakan oleh P3I dan suatu kehormatan bagi saya mendapatkan kesempatan, untuk hadir mengikuti event Temu Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2017 dengan tema "Peluang dan Tantangan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Serta Jasa Konstruksi Di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia (P3I) pada tanggal 30 November - 01 Desember 2017 di The Media Hotel and Towers yang berlokasi di Jl. Gunung Sahari Raya No.03 Sahari Utara, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Event Temu Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2017 dilaksanakan selama 2 (dua) hari dengan materi-materi yang disampaikan dalam Diskusi Panel antara lain, sebagai berikut :

Para Narasumber di Hari Pertama diskusi Panel

Hari Pertama 30 November 2017
  1. Arahan Kebijakan Jasa Konstruksi yang disampaikan oleh Dr.Ir. Syarif Burhanuddin , M.Eng (Direktur Jendral Bina Konstruksi PUPR)
  2. Arahan Kebijakan Pengenbangan Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah yang disampaikan oleh Dr.Ir Agus Prabowo, M.Eng (Kepala LKPP)
  3. Implementasi Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi.
  4. Inovasi Pengadaan berdasarkan perubahan Peraturan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang materinya disampaikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Para Narasumber di Hari Kedua


Hari Kedua 01 Desember 2017
  1. Terhindar Dari Permasalahan Hukum dalam Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang disampaikan oleh Dr. Gazalba Saleh, SH, MH (Hakim Agung Mahkamah Agung)
  2. Korupsi dalam pengadaan Barang/Jasa dan Solusi/Rekomendasi Perbaikannya yang disampaikan oleh Hifdzil Alim, SH,MH (Pusat Kajian Anti Korupsi FH-UGM)
  3. Pemeriksaan Keuangan Hasil Pekerjaan Konstruksi yang disampaikan oleh Arief Setiawan Budi Nugroho, PH.D (Universitas Gajah Mada)
  4. Persyaratan Penyedia Jasa Konstruksi yang disampaikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
  5. Titik Kritis Penyelesaian Permasalahan Kontrak Pekerja Jasa Konstruksi, yang disampaikan oleh Drs. Heri Suroso ST,MT (Universitas Tidar)
  6. Penyelenggaraan Competitive Catalogue yang disampaikan oleh Ir. Djamaludin Abubakar, M.sc (Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia).
Dalam Diskusi Panel ini P3I berusaha melibatkan seluruh Stake holder yang terlibat dalam penyelenggaraan Pengadaan. Event yang telah berlangsung dihadiri oleh 200 peserta dari Seluruh wilayah Indonesia. Baik dari unsur Aparatur Pemerintah Pemerintah Pelaksanaan Pengadaan, pejabat, legislatif, swasta, penegak hukum hingga unsur pers dan lembaga swadaya masyarakat.

Para Peserta Diskusi terdiri dari berbagai kalangan yang mempunyai hubungan erat dengan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Sayang sekali saya hanya dapat hadir pada Diskusi Panel di hari Kedua jadi saya tidak akan membahas materi di hari pertama. Dari 5 materi yang disampaikan di hari ke dua diskusi panel ini ada dua materi yang menjadi perhatian utama saya yaitu materi yang disampaikan oleh Dr. Gazalba Saleh, SH, MH (Hakim Agung Mahkamah Agung) dan materi yang disampaikan oleh Hifdzil Alim, SH,MH (Pusat Kajian Anti Korupsi FH-UGM). Karena kedua materi ini banyak membahas tentang kasus Tipikor yang kini banyak menyita perhatian kita contohnya seperti kasus E-KTP dan kasus-kasus lainnya.

Dalam pembukaan diskusi panel yang disampaikan oleh  Dr. Gazalba Saleh, SH, MH, beliau menjelaskan bahwa materi yang disampaikan membahas tentang "Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa Dan Catatan Penting untuk Menghindarinnya". Beliau menjelaskan mengapa mengangkat materi ini karena berdasarkan pengalaman Beliau Sebagai Hakim Tipikor selama 7 tahun, 5 Tahun di Surabaya dan 2 Tahun di Bandung. Menurut Dr. Gazalba setelah beliau amati banyak perkara yang masuk di Pengadilan Tipikor Surabaya dan Bandung berkaitan erat dengan Pengadaan Barang Dan Jasa.

Dr. Gazalba Saleh menjelaskan "Yang menjadi keprihatinan saya karena seharusnya Penyelenggara atau Pejabat Pengadaan itu karena kesalahan administratif saja berujung ke penjara. Kenapa bisa terjadi seperti ini ? karena ada banyak faktor salah satunya adalah Meremehkan Peraturan Perundang-Undang Di Bidang Pengadaan  Barang Dan Jasa. Pejabat-pejabat Pengadaan tersebut mereka bahwa hal itu bukanlah hal yang penting, yang penting  bagaimana barang itu tersedia, jasanya ada kemudian dibilah-bilah sedemikian rupa lalu kemudian setelah itu diberikan kepada user dan seterusnya selesai". Ujar beliau.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa  "Mereka Mengabaikan hal-hal yang kecil padahal hal-hal yang kecil ini adalah pintu masuk bagi Penyidik untuk menyeret Para Pejabat Pengadaan tersebut. Ini menjadi keprihatinan saya karena awalnya hanya dimulai dari hal-hal yang sifatnya dianggap kecil tetapi kemudian menjadi masalah besar bagi Pejabat Pengadaan tersebut".

"Menjadi masalah besar karena ancaman hukumannya biasanya berat apalagi kerugian negaranya juga besar. Padahal saya tahu persis juga Pejabat Pengadaan itu honornya kecil harus memikul tanggungjawab yang berat dengan honor yang kecil lalu kemudian kalau sudah sampai ke pengadilan maka Pimpinan-Pimpinannya itu seolah-olah tidak mau melihat lagi yang bersangkutan.  Diserahkan untuk diselesaikan sendiri masalahnya di pengadilan. Seharusnya menurut pendapat saya kalau fokus Pengadaan itu dilaksanakan dan kemudian ada masalah yang tidak menyentuhkan secara langsung pejabat pengadaan maka seharusnya di dampingi oleh Lembaganya yang bersangkutan". 

"Karena jika hal ini dibiarkan begitu saja maka lama kelamaan banyak Penyelenggara Pengadaan itu ogah untuk menjadi Panitia Pengadaan Barang bahkan mereka menyembunyikan sertifikatnya dan yang kemudian maju kedepan mereka yang tidak punya sertifikat, ini juga menjadi masalah lagi. Jadi hal-hal seperti inilah yang kemudian harus diperbaiki. Dalam kontek ketika Penyelenggara bekerja dan begitu juga dalam konteks ketika Para rekanan itu bekerja dengan baik. Itu yang menjadi latar belakang mengapa saya menggangkat persoalan ini sebagai persoalan yang penting dan ternyata forumnya ada seperti ini", ujar beliau lebih lanjut.

Dalam pemaparannya Dr. Gazalba Saleh, SH, MH menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan agar terhindar dari Tipikor dalam pengadaan Barang atau Jasa yaitu baik Sebagai Rekanan Penyedia Barang dan Jasa maupun sebagai Pejabat Penyedia Barang Dan Jasa yaitu antara lain :
  • Pahami dengan baik kontrak dan Peraturan Perundang-Undangan yang terkait. Dr. Gazalba Saleh, SH, MH menjelaskan dalam pengadaan Barang dan Jasa harus ada  ada kontrak yang dipegang dan jangan sampai keluar dari kontrak serta peraturan Perundang-Undangan yang terkait karena Penyidik, Penuntut dan Majelis Hakim kalau memeriksa sebuah perkara itu  basisnya dari kontrak dan aturan-aturannya karena kontrak dan aturan-aturan itu merupakan satu bagian yang tidak dapat dipisahkan. Jadi Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa harus benar-benar mentaati kontrak.
    Kalau ada mbung harus dibuat secara formal harus dibuat berita acaranya jangan disampaikan secara lisan ini saangat penting sekali karena saat dipengadilan itu yang menjadi bukti bahwa yang bersangkutan telah berusaha untuk tidak mentaati pasal-pasal dalam kontrak. Jadi dalam pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa setiap tindakan yang dilakukan harus ada bukti hitam di atas putih karena itu sangat penting sekali karena jika hanya lisan maka ini menjadi pintu masuk bagi Pihak Penyidik untuk memeriksa mereka yang bekerja tidak berdasarkan atas kontrak .

  • Setiap Kesepakatan atau tindakan administratif lainnya harus dalam bentuk tertulis.

  • Harus bekerja berdasarkan SOP. Taatilah SOP yang telah dibuat oleh Instansi tempat Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa bekerja. Karena SOP menjadi acuan bagi Penyidik untuk menilai bahwa Pejabat pengadaan Barang dan Jasa bekerja atau tidak bekerja susuai dengan SOP yang telah dibuat. 
  • Harus Bekerja sesuai tugas/kewenangannya. Jangan sampai melaksanakan pekerjaan yang bukan menjadi kewenangannya. Karena dalam konteks menjalankan kewenangan, ada orang yang mempunyai kewewenangan tetapi tidak menjalankan tugasnya itu merupakan termasuk tindakan pelanggaran hukum ada juga punya kewenangan diberikan kepada orang lain dan tanpa ada mandat dari orang tersebut nah hal ini juga bisa disalahkan bagi mereka yang memberikan kewenangan. Ada juga yang tidak mempunyai kewenangan tetapi bertindak seolah-olah punya kewenangan ini juga termasuk perbuatan yang tidak benar.Jadi Pejabat Pyang memiliki kewenangan dalam Pengadaan Barang dan Jasa harus melaksankan kewenangannya dengan baik jangan sampai melenceng karena jika melenceng maka itu bisa menjadi pintu masuk bagi Penyidik untuk melakukan pemeriksaan.
  • Jangan mengikuti kemauan perintah atasan apabila kamauan /perintah tersebut tidak sesuai dengan peraturan dan SOP. Jika kita menjadi Pejabat penyelenggaraan Pengadaan Barang Dan Jasa jangan mau menjalani perintah atasan yang tidak sesuai dengan Peraturan dan SOP
  • Tidak boleh berlindung dibalik perintah atasan.     
Selanjutnya materi ke dua yang disampaikan dengan tema Korupsi dalam pengadaan Barang/Jasa dan Solusi/Rekomendasi Perbaikannya yang disampaikan oleh Hifdzil Alim, SH,MH (Pusat Kajian Anti Korupsi FH-UGM).

Menurut Hifdzil Alim,SH,MH dalam APBN Anggaran Infrastruktur tahun 2018 mencapai 409 triliun rupiah. Jumlah tersebut belum dihitung dengan infra struktur yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah (APBD). Besarnya anggaran infrastruktur yang dibuat bisa menjadi peluang untuk terjadi tindakan korupsi. hal ini bisa dilihat dari gambar berikut :

Korupsi Penyediaan Barang Dan Jasa
Berdasarkan data dari KPK tahun 2016 Perkara Tipikor berdasarkan modus yang menduduki peringkat pertama adalah mengenai Pengadaan Barang/Jasa yaitu sebanyak 14 perkara. Sedangkan Perkara Tipikor berdasarkan Jabatan tertinggi dilakukan oleh Anggota DPR dan DPRD sebanyak 23 perkara.

 Modus Korupsi dalam Pengadaan Barang dan Jasa yaitu antara lain :
  • Trading in influence by majors/officers
  • Governing Regulation
  • Mark-UP and Mark-down of price or assets
  • Spesification Of Goods or services
  • Bribery By Private sector atau penyuapan
  • Extortion By Major /officers atau pemerasan 
 Masalah yang terjadi dalam Pengadaan Barang dan Jasa yang ada antara lain :
  • Kekuasaan dan Politik berbiaya tinggi.
  • Keuntungan tanpa batasan
  • Lemahnya Penegakan hukum.
  • Bussiness judgement rule Versus Government judgement rule
Rekomendasi Perbaikan Pengadaan Barang dan Jasa
  1. Integrity
  2. Transparency
  3. Stakeholder participants
  4. Accessibility
  5. E-Procurement   
Setelah Hifdzil Alim,SH,MH menyampaikan pemaparannya maka acara selanjutnya adalah forum tanya jawab. Peserta Diskusi Panel inisangat antusias mengikuti forum tanya jawab. Masing-masing peserta menyampaikan permasalahan Pengadaan Barang dan Jasa yang ada di daerahnya masing-masing.  Dalam sesi pertama diajukan 3 (tiga) pertanyaan yang disampaikan oleh Fahrul Rozzi, kemudian  Andi Asrudin dari Makassar beliau adalah pemasok barang, Ibu Eka.R dari Rumah Sakit Jatung Harapan Kita. Fahruh Rozzi menanyakan tentang Rumusan Dari Tipikor, kemudian Andi Asrudin menanyakan tentang masalah Diskon, dan masih banyak pertanyaan lainnya.
 
Dari apa yang disampaikan oleh kedua nara sumber diatas saya dapat menarik kesimpulan bahwa Permasalahan Pengadaan Barang dan Jasa cukup kompleks dan melibatkan banyak pihak baik itu Pemasok barang, Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa dan banyak pihak lainnya, namun ada beberapa hal yang harus dicamkan bahwa korupsi dalam Pengadaan Barang Dan Jasa bisa di minimalisir jika :
  1. Kita taat pada peraturan perundangan-undangan yang berlaku serta SOP yang telah dibuat.
  2. Mencatat semua transaksi dan tindakan adminstratif
  3. Bekerja Sesuai dengan SOP
  4. Bekerja sesuai dengan tugas dan wewenang yang kita miliki
  5. Berani berkata tidak kepada pimpinan jika perintah atasan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undanga serta SOP yang berlaku walaupun jabatan dan pekerjaan kita sebagai taruhannya.
Ini berarti bahwa mental dan karakter kita memang harus benar-benar dibentuk, hilangkan semua kebiasaan buruk yang tidak baik seperti tindakan penyuapan dan pemerasan, karena hal ini tidak hanya merugikan orang lain tetapi juga merugikan bangsa dan Negara kita.  
 
Sampai berjumpa di pembahasan selanjutnya, salam....