Tuesday, October 24, 2017

Yuk Dukung Aksi Pemerintah Dalam Pemberantasan Obat Ilegal Dan Penyalahgunaan Obat


Saya pun ikut ambil bagian dalam Aksi Nasional Tolak Penyalahgunaan Obat Dan Napza
Meningkatnya kasus penyalahgunaan obat dikalangan remaja saat ini  sudah sampai pada taraf memprihatinkan, apalagi dengan ramainya pemberitaan baik di media cetak  dan media elektronik termasuk media sosial mengenai Penggunaan PIl PCC di Daerah Kendari yang telah memakan korban anak-anak remaja. menambah deretan kasus penyalahgunaan obat dikalangan remaja dewasa ini.

Persoalan Peredaran Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat sudah menjadi permasalahan Nasional yang menyita perhatian banyak pihak termasuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, karena itu Pada Tanggal 03 Oktober 2017 yang lalu BPOM menyelenggarakan Aksi Nasional dengan Tema "Pemberantasan Penyalahgunaan Obat" yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Ir. Penny K. Lukito, Kepala Bareskim, Perwakilan dari Kementerian dan berbagai perwakilan dari lembaga Non Kementerian termasuk Awak Media Dan Blogger yang dilaksanakan di Bumi Wisata Cibubur.

Namun Aksi Nasional " Pemberantasan Penyalahgunaan Obat" tidak berhenti sampai di sini Pada Hari Minggu, 22 Oktober 2017 BPOM RI menyelenggarakan aksi lanjutan yang diselaenggarakan di area Car Free Day Jakarta dari Jam 06.00-09.00 Wib. Aksi Nasional ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi Penyalahgunaan Obat Dan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza).

Kegiatan yang dilaksanakan di area CFD Bundaran HI mengusung Tema "Tolak Penyalahgunaan Obat Dan Napza". Kegiatan ini dihadiri oleh  Kepala BPOM RI, Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Jendral Polisi Budi Waseso, Kepala Kepolisian RI (POLRI) Jendral Polisi Tito Karnavian, Anggota Kongres Wanita Indonesia (Korwani), Perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, Ikatan Apotiker Indonesia (IAI), Para Pelajar Tingakt Menengah atas (SMA) dan Mahasiswa dari Perguruan Tinggi Farmasi di Jakarta.

Saturday, September 16, 2017

Kunlaptik2017 Dan Temu Blogger Bersama Tim Biro Komunikasi Dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Ke Kota Semarang


Foto sebelum keberangkatan ke Semarang di Terminal 3 (Tiga) Bandara Internasional Sukarno Hatta

Tanggal 28-30 Agustus 2017 yang lalu merupakan hari yang penting dan bersejarah bagi saya, karena selama tiga hari untuk pertama kalinya saya  dapat ikut berpartisipasi dalam rangka mempublikasikan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui komunitas penggiat Media sosial bersama dengan Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berupa "Kunjungan Lapangan Tematik Blogger dan Temu blogger" yang diikuti oleh 30 Blogger dari Jakarta dan 20 Blogger dari Provinsi Jawa Tengah.

Pada hari Senin 28 Agustus 2017, Saya dan beberapa teman Blogger tiba di Terminat 3 (Tiga) Ultimate Bandara Internasional Sukarno Hatta sekitar pukul 04.30 Wib dan berangkat sekitar pukul 06.50 WIB. perjalanan menuju Bandara Ahmad Yani sekitar 45 menit dan tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Semarang.

Setelah Rombongan tiba di Bandara Ahmad Yani  Kota Semarang, selanjutnya kami melanjutkan perjalanan menuju Hotel Santika Premiere Semarang yang merupakan tempat acara pembukaan "Kunjungan Lapangan Tematik Blogger dan Temu Blogger" dan juga merupakan tempat penginapan rombongan dari Jakarta. Setelah tiba di hotel sambil menunggu kamar siap, kami menuju ruang pertemuan untuk Registrasi Peserta, kemudian ada pemeriksaan kesehatan dan persiapan pembukaan acara ini.
Foto Bersama Eyang Anjari , Dr. Ari dan bunda Elisa koraag sebelum acara Pembukaan dimulai
Bagi saya ini merupakan satu pengalaman baru yang sangat menarik sekali karena saya dapat bertemu dengan teman-teman Blogger dari Provinsi Jawa Tengah yang biasanya hanya bisa saya sapa lewat media sosial , selain itu saya juga dapat mengetahui lebih banyak mengenai tanggapan masyarakat dan realisasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di daerah-daerah terutama di Provinsi Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang.


Acara dibuka oleh  Kepala Hubungan  Media dan Lembaga Biro Komunikasi & Yanmas Kemenkes RI Indra Rizon SKM, Mkes. 



Acara "Kunjungan Lapangan Tematik Blogger dan Temu Blogger 2017" dibuka dan oleh Kepala Hubungan  Media dan Lembaga Biro Komunikasi & Yanmas Kemenkes RI, Indra Rizon SKM, Mkes sekaligus memberikan paparan tentang "Menuju Indonesia Sehat dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Monday, July 3, 2017

Menelusuri Perjalanan PT.Omron Indonesia Dalam Industri Otomatisasi di Indonesia



Jajaran Direktur PT Omron Indonesia kanan-kiri : Aria Verdin Commercial
Manager Of PT.Omron Healthcare Indonesia, Mr.Vincentius Hendrawan.W
Sales Director PT.Omron Electronics Components, M.Irawan Santoso, Presiden Director
PT. Omron Manufacturing Of Indonesia, Mr. Dong Tang Managing Director Of PT. Omron Electronics

Jujur saja pada awalnya saya berpikir bahwa PT. Omron Indonesia adalah perusahaan yang hanya bergerak di bidang industry alat-alat kesehatan saja, karena alat medis yang di produksi oleh PT. Omron Indonesia sangat terkenal di Indonesia dan memiliki kualitas yang sangat baik beberapa diantaranya antara lain seperti : alat Tensi Tekanan Darah, Termometer, Compresessor Nebulizer dan masih banyak produk alat kesehatan PT. Omron lainnya.

Beberapa Alat Medis Produksi PT Omron Indonesia

Namun setelah saya mengikuti acara Diskusi Media dan Buka Puasa Bersama dengan jajaran Direktur PT Omron Indonesia yang diselenggarakan pada hari Selasa , 13 Juni 2017 bertempat di Fairmont Hotel, Ruang Emerald lantai 3 Jln. Asia Afrika No.08 Gelora Central Jakarta, pandangan saya mulai berubah.

Ternyata PT. Omron Indonesia tidak hanya bergerak di bidang Industry alat-alat medis semata seperti yang dilakukan oleh PT. Omron Healtcare Indonesia selama ini,  namun juga di beberapa unit bisnis bahkan unit bisnis ini lebih dulu berdiri dibandingkan dengan PT. Omron Healtcare Indonesia yang didirikan pada Tahun 2012, unit bisnis itu antara lain : PT. Omron Manufacturing Of Indonesia yang didirikan pada tahun 1992 , Omron Electronic Components  yang berdiri pada Tahun 2000, PT. Omron Electronics pada tahun 2002 serta Omron Automation Center Tahun 2016 dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 2.650 karyawan di seluruh Indonesia. Dari uraian di atas dapat kita lihat bahwa pada awalnya bahwa PT Omron Indonesia bergerak di bidang Manufactruing dan Alat-alat Elektronik.

PT Omron Indonesia merupakan anak perusahaan dari Omron Corporation yang berkantor pusat di Shiokoji Horikawa Shimogyo-ku Kyoto 600-8530 Jepang. Perusahaan Global ini bergerak di bidang usaha Social System , Healthcare, Elektronic dan Mecnanical Components, Automotive Electronic Components, Industrial Automative, dan sebagainnya. Sedangkan PT.omron Indonesia bergerak di bidang usaha Manufacturing, Electronic Component, Electronic, Healthcare dan Automation Center.

Friday, June 23, 2017

Tidak Semua Permasalahan Pencernaan Pada Bayi Disebabkan Karena Alergi Susu Sapi


Berbicara tentang masalah pencernaan pada Balita merupakan topik yang sangat menarik bagi para orang tua khususnya para orang tua muda karena permasalahan ini sering kali dihadapi oleh para orang tua muda yang baru memiliki balita. Banyak sekali orang tua muda yang belum memahami permasalahan pencernaan pada balita dan mereka sering mengganggap bahwa permasalahan pencernaan balita karena alergi susu sapi. Padahal tidak semua permasalahan pencernaan pada balita disebabkan karena alergi susu sapi.

Mengapa demikian ??

Karena berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami sendiri saat putra saya masih balita. Waktu bayi , putra saya mengalami masalah pernafasan dan pencernaannya. Hal ini terjadi karena saya mengalami masalah saat melahirkannya, waktu itu bayi saya diperkirakan berat badannya lebih dari 4 kg, dan saya tidak dapat melahirkan dengan normal padahal pembukaan sudah penuh dan air ketuban pun sudah pecah, peristiwa ini terjadi tahun 2003. 

Akhirnya saya dipindahkan ke Rumah Sakit besar yang lebih lengkap peralatannya karena di klinik tempat saya melahirkan peralatannya belum lengkap dan tidak ada ruang operasinya. 

Perjalanan menuju Rumah Sakit cukup lama makan waktu sekitar 2 jam saya harus menahan rasa sakit selama diperjalanan, harus menarik nafas panjang dan tidak boleh dikejankan padahal perut rasanya sudah mulas tak tertahankan. Setelah sampai di Rumah Sakit saya langsung dibawa ke Ruang operasi dan dilakukanlah tindakan Cecar. 

Saat itu bayi saya sempat dinyatakan kuning dan harus disinar, namun sayangnya karena kurangnya pengalaman saya, saya tidak sampai menanyakan secara mendetil kenapa dia kuning dan berapa persen kuningnya.

Setelah operasi selesai dilaksanakan, sayapun dimasukan ke ruangan pemulihan, setelah kondisi saya pulih saya dipindahkan kembali ke klinik tempat saya pertama kali masuk untuk melahirkan.

Setelah pulang dari klinik bersalin kondisi bayi saya sudah normal, tidak kuning lagi, namun disarankan untuk dijemur saat pagi hari oleh dokter yang anak yang menanganinya.

Seiring dengan berjalannya waktu ternyata ada masalah terhadap kesehatan bayi saya, nafasnya tidak lega, seperti ada slem yang tidak keluar dan sering batuk dan pilek selain itu pencernaannya juga bermasalah.

Saya sempat berkonsultasi dengan dokter anak yang menanganinya namun dokternya bilang tidak ada masalah yang berarti ini karena daya tahan tubuhnya yang lemah.

Tidak puas dengan penjelasan dokter yang menanganinya akhirnya saya pindah ke dokter anak lainnya karena kondisi anak saya semakin parah bukan hanya karena dia sering terserang batuk, pilek dan buang-buang air tetapi perkembangannya pun terhambat, saat ia berusia 9 bulan tubuhnya sangat lemah dan dia tidak bisa duduk dengan tegak.

Akhirnya saya bertemu dengan Dokter Spesialis Anak yang sangat perhatian sekali beliau adalah Dr. Romundang L. Toruan yang saat ini praktek di Jln.Panjang Cidodol no.1 Dekat Komplek Sekneg. Beliau melihat bahwa anak saya ini sangat terlambat perkembangannya dan jika tidak segera di tangani dia bisa lumpuh.

Orang tua mana yang tidak syok mendengar hal ini namun beliau memberikan harapan dan semangat kepada saya bahwa anak ini masih bisa tertolong jika segera di tangani, akhirnya beliau menyarankan kepada saya untuk melakukan tes laboratorium terhadap anak anak saya dan ronsen paru-parunya untuk mengetahui apa penyebabnya sehingga pernafasannya bermasalah.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan tes laboratorium terhadap anak saya barulah di ketahui bahwa ada flek di paru-parunya dan pencernaannya pun bermasalah hal ini terjadi karena riwayat melahirkan saya yang bermasalah . Karena pencernaannya bermasalah maka dia tidak bisa mengkonsumsi susu sapi dengan kadar laktosa tinggi, sehingga dokter menyarankan untuk memberikan susu sapi dengan kadar laktosa rendah sebagai tambahan ASI.

Setelah menjalani pengobatan flek paru-parunya kondisi kesehatan anak saya pun semakin membaik dan daya tahan tubuhnya pun semakin meningkat dan , pencernaanya pun sudah semakin kuat sehingga lambat laun ia dapat mengkonsumsi susu sapi dengan kadar laktosa tinggi dan saat ini dia sudah menjadi remaja dan duduk di kelas dua SMP.


Berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami maka saya sangat percaya bahwa tidak semua permasalahan pencernaan yang terjadi pada anak karena disebabkan alergi susu sapi.

Sunday, June 4, 2017

Himbauan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Kepada Masyarakat Untuk menjaga Kesehatan Selama Beribadah Puasa Di Bulan Ramadhan Dan Mudik Lebaran



Saya mengikuti acara Bincang santai Blogger dengan Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia di RPTRA Kalijodo


Beberapa hari yang lalu saya bersama beberapa rekan-rekan Blogger hadir dalam Acara bincang santai Blogger dengan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang di wakili oleh Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dr. H.R. Deddy Kuswenda .M.Kes , Direktur Kesehatan Kerja dan olah Raga drg.Kartini Rustandi M.Kes, dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Acara ini diselenggarakan pada hari, Jum'at 02 Juni 2017 di RPTRA Kalijodo, Jakarta Utara.

Acara bincang santai ini merupakan salah satu agenda rutin dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia untuk mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup sehat atau yang sering disingkat dengan GERMAS.
Edukasi Kepada masyarakat tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
(GERMAS)

Selain dari itu melalui acara ini Kementrian Kesehatan Republik Indonesia juga ingin menyampaikan himbuanan kepada masyarakat luas melalui rekan-rekan Blogger bagaimana menjaga kesehatan selama menjalani Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan dan saat mudik ke Kampung halamannya masing-masing.

Monday, May 29, 2017

New Wave Sustainable Agribusiness : Suatu Upaya Berkelanjutan Untuk Meningkatkan Mutu Pertanian Di Indonesia





Para Nara Sumber Acara New Wave Sustainable Agribusiness



Bicara tentang pertanian di Indonesia merupakan satu topik yang sangat menarik bagi saya karena hal ini menyangkut hajat hidup seluruh rakyat Indonesia , namun tak banyak yang kita ketahui tentang kondisi pertanian di Indonesia yang sebenarnya, karena selama ini saya masih beranggapan bahwa negara kita ini kaya dengan hasil pertaniannya , tetapi kenapa kok  mengimpor beras dari Thailand ?. Demikian pula dengan gula pasir, menurut saya perkebunan tebu di Indonesia cukup berhasil tetapi negara kita juga mengimpor gula dari India.

Kini timbul satu pertanyaan besar di dalam benak saya, sebenarnya kondisi pertanian di Indonesia saat ini seperti apa sih ?

Akhirnya pertanyaan besar saya terjawab sudah setelah saya menghadiri diskusi dengan Teman "New Wave Sustainable Agribusiness" yang dilaksanakan pada hari Jum'at 19 Mei 2017 di @America Pacific Place Mall - SCBD Jl. Jendral Sudirman Jakarta. Acara diskusi ini isi oleh Nara Sumber yang berkompeten dibidangnya yaitu antara lain : Dr. Bayu Krisnamurthi  Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Tahun 2010-2011 , Said Abdullah Koordinator Nasional Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan dan Dea Salsabila Amira Founder dan CEO of Ur-Farm. 

Pada kesempatan pertama yang menjadi pembicara dalam diskusi ini adalah Dr. Bayu Krisnamurthi. Dalam kesempatan ini beliau menjelaskan Bagaimana mencapai Sustainable dalam Agribusiness di Indonesia, namun sebelum mencapai hal seperti ini hal yang harus kita pahami bersama adalah tentang kondisi pertanian yang ada di Indonesia. 

Secara global saat ini lahan pertanian di dunia mengalami penurunan yang cukup signifikan hal ini dapat kita lihat dari grafik di bawah ini.

Kondisi Lahan pertanian di Dunia

Thursday, May 18, 2017

Penganugrahan TKI Inspiratif Tempo : Apresiasi Terhadap Kerja Keras Dan Kesuksesan TKI Indonesia



Suatu kehormatan bagi saya untuk hadir dalam acara
Penganugrahan TKI Inspiratif Pilihan Tempo

Saat ada keluarga atau teman yang ingin menjadi TKI apa yang terlintas di dalam benak kita ?

Pasti banyak tanggapan dan  reaksi yang bermunculan dilingkungan sekitarnya, ada yang mengucapkan selamat karena bisa bekerja di luar negeri namun tidak jarang ada juga yang menanggapinya dengan tatapan sinis dan mencibir.

Namun tanpa kita sadari saudara atau teman-teman kita yang bekerja di luar negeri telah banyak menyumbangkan devisa bagi Negara dan mereka sangat berjasa dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data dari Pusat Penelitian Pengembangan  dan Informasi (PUSLITFO BNP2TKI) Periode 2016 Penempatan Tenaga Kerja Indonesia mengalami penurunan dari tahun sebelumnya Tahun 2015 dari 275.736 menjadi 234.451. Penurunan angka ini biasa jadi disebabkan karena semakin membaik dan selektifnya sistim perekrutan, penyeleksian serta pengiriman calon Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri yang dilaksankan oleh BNP2TKI dan hal ini patut kita berikan apresiasi.

Selama ini yang menjadi permasalahan mendasar bagi pengiriman TKI Indonesia adalah masih banyaknya Tenaga Kerja Indonesia yang kurang terampil dan terlatih sehingga mereka kalah bersaing dengan tenaga kerja dari Negara Tetangga seperti Filipina dan Thailand. Hal ini berpengaruh pula terhadap penghasilan dan sector industry yang dapat mereka masuki.

Selain itu masih banyaknya  pengiriman tenaga kerja Indonesia secara Ilegal dan tidak mengikuti standar pengiriman yang ada. Dan kondisi seperti ini sangat membuka peluang besar untuk terjadinya praktek Human Traficking. Jika kita mengunjungi web Site Resmi BNP2TKI yaitu www.bnp2tki.go.id kita dapat melihat secara langsung informasi ini dan kita juga bisa mendowload informasi Penempatan dan Perlindungan terhadap TKI dari Tahun 2011 hingga Maret 2017 secara gratis.

Keterbukaan informasi yang diberikan BNP2TKI ini menunjukan bahwa saat ini Pemerintah semakin gencar memperbaiki system pengiriman TKI ke Luar Negeri dan hal ini didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari  jajaran pemerintahan  baik itu dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Departemen Luar Negeri yang wakili oleh pihak Imigrasi, DPR  serta dari Kalangan Media Masa baik Elektronik maupun Online dan Citizen Jurnalis.

Selain itu bentuk dukungan media masa terhadap perkembangan kemajuan TKI Indonesia adalah pemberian penghargaan berupa "Penganugrahan TKI Inspiratif Pilihan Majalah Tempo" yang telah dilaksanakan pada hari Senin,15 Mei 2017 bertempat di Hotel Millenium Jl.Facrudin Tanah Abang Jakarta Pusat.

Delapan Orang Penerima Penghargaan TKI Inspiratif Pilihan Majalah Tempo


Acara pemberian penghargaan terhadap 8 (Delapan) orang TKI Inspiratif Pilihan Majalah Tempo ini di hadiri oleh para pejabat Pemerintahan Republik Indonesia yaitu antara lain Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dakiri, Wakil dari Komisi IX  yaitu Dede Yusuf, Wakil dari Badan Nasional Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yaitu Nusron Wahid, Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, serta Direktur Utama dan jajaran Direksi Majalah Tempo.

Pimpinan Redaksi Majalah Berita Mingguan Tempo Arief Zulkifli

Acara ini dibuka oleh Pimpinan Redaksi Majalah Berita Mingguan Tempo Arief Zulkifli. Dalam sambutannya Zulkifli menyampaikan bahwa " Selama ini media masa selalu mengangkat berita yang mengerikan tentang TKI", ujar beliau. Namun lewat acara ini tempo ingin mengangkat sisi lain dari TKI.

Menurut Arief Zulkifli saat ini Tenaga Kerja Indonesia banyak tersebar di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Negara-Negara Timur Tengah, Terutama di Arab Saudi dan beberapa Negara Eropa. Banyak juga kisah sukses yang bisa kita dengar dan lihat dari para TKI. Mereka berhasil mendapatkan penghasilan yang lebih bahkan ada yang sukses membuka usaha setelah kembali bekerja dari luar negeri.

Para penerima Anugrah Penghargaa ini adalah 8 (Delapan) TKI inspiratif yang merupakan hasil seleksi dari 5.000 orang. Proses penyeleksian ini berdasarkan dari data-data dari berbagai lembaga salah satunya adalah Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Para Peraih penghargaan itu antara lain Budi Firmansyah, Heni Sri Sundari, Maria Bo, Niok, Nurul Hasanah, Tantri Sakinah, Siti Badriyah, Sutriyani dan Yusuf.

Penghargaan ini langsung diserahkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dzakiri , kepada 8 (Delapan) orang Penerima Penghargaan TKI inspiratif pilihan Majalah Tempo.


Penyerahan Penghargaan oleh Menteri Ketnagakerjaan RI
Kepada 8 (Delapan) orang TKI

Selain pemberian penghargaan kepada TKI Inspiratif Pilihan Majalah Tempo acara dilanjutkan dengan Diskusi Interatif antara seluruh Jajaran Pemerintahan yang hadir dalam acara ini , Para Tamu undangan, Media dan Blogger. Dalam diskusi ini memebahas tentang Urung Rembuk "Perbaikan Sistem Perlindungan TKI".

Diskusi ini sangat menarik menurut saya karena dalam diskusi ini dibahas secara mendalam apa sebenarnya yang menjadi permasalahan mendasar bagi Sistem Perlindungan TKI yang sudah dijalankan saat ini.

Dari pembicaraan yang di sampaikan oleh Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah dalam diskusi ini dapat saya ambil kesimpulan bahwa masih lemahnya perlindungan terhadap TKI yang bekerja di luar negeri dari pihak Pemerintah Indonesia. hal ini terlihat dari masih tingginya kasus trafficking, pengiriman Tenaga Kerja Indonesia secara Ilegal, dan masih banyak kasus-kasus lainnya. Hai ini juga dilihat dari masih lemahnya perlindungan hukum bagi TKI Indonesia.

Dan peraturan Pemerintah yang di buat dinilai kurang pro terhadap para TKI sehingga lebih banyak menguntungkan pihak Majikan , karena itu perlu adanya revisi terhadap peraturan Pemerintah atau Undang-Undang Ketenagakerjaan yang ada saat ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Perwakilan Badan Nasional Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BPN2TKI) bahwa saat ini masih banyak peraturan Pemerintah yang kurang pro terhadap TKI, dan masih menempatkan TKI sebagai satu komoditi, sehingga perlu adanya revisi peraturan Pemerintah mengenai TKI Indonesia termasuk dalam hal perlindungan terhadap TKI Indonesia.

Bahkan dari pihak Kementrian Luar Negeri juga menyampaikan bahwa perlu adanya perubahan mekanisme pengelolaan Tenaga Kerja Indonesia dari Hulu ke Hilir dan harus dilaksanakan secara progresif atau gerak cepat karena sangat banyak permasalahan yang di hadapi dalam hal Pengelolaan Tenaga Kerja Indonesia, termasuk kepada kelengkapan dokumen Tenaga Kerja Indonesia dan seharusnya ditangani oleh pihak-pihak yang berkompeten dan Professional.

Mendengar tanggapan dari berbagai pihak Dede Yusuf sebagai Perwakilan DPR Komisi IX menanggapi bahwa saat ini memang masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam tata kelola Tenaga Kerja Indonesia dan semua pihak harus ikut terlibat bukan hanya Pemerintah sebagai pembuat kebijaksanaan, tetapi juga BPN2TKI sebagai Badan yang menempatkan TKI di berbagai Negara ,Departemen Luar Negeri memberikan pengawasan yang lebih lengkap terhadap keaslian dan kelengkapan dokumen calon TKI yang akan Keluar Negeri dan DPR sebagai Badan yang mengawasi kinerja Pemerintah dan ikut menetapkan Kebijakan bagi Pengelolaan Tenaga Kerja Indonesia.

Media Online dan Elektronik serta Blogger juga diharapkan partisipasinya dalam mengawal proses perbaikan ini agar permasalahan Tenaga Kerja Indonesia dapat segera teratasi sehingga kasus-kasus permasalahan yang terjadi pada TKI dapat diminimalisir.

Demikian lah kegiatan yang saya ikuti semoga informasi ini dapat bermanfaat sampai berjumpa dilain kesempatan ya.